Cari di Blog Ini

Tampilkan postingan dengan label SANITASI HYGIENE DAN KESELAMATAN KERJA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label SANITASI HYGIENE DAN KESELAMATAN KERJA. Tampilkan semua postingan

Rabu, 22 April 2020

MENGANALISIS PERSONAL HYGIENE (BAGIAN 3)


3. Grooming (Penampilan Diri)
Penampilan merupakan bagian dari bentuk citra diri yang terpancar dari diri seseorang, karena penampilan merupakan suatu sarana komunikasi antara kita sebagai karyawan dengan customer dan rekan kerja. Penampilan diri tercermin dari dalam diri seseorang (inner beauty) sehingga seseorang itu kelihatan tampil menarik, berpenampilan menarik adalah salah satu kunci sukses seseorang. Dengan berpenampilan menarik maka rasa percaya diri akan semakin tinggi untuk dapat berhubungan dengan orang atau rekan kerja.
Standar penampilan karyawan adalah sebagai berikut:
a. Bagi wanita yaitu:
1)      Wajah bersih tidak berminyak.
2)      Memakai make up: minimum berbedak dengan polesan kosmetik lainnya seperti eye shadow, blush on sederhana, tipis sehingga kelihatannya tidak menyolok.
3)      Panjang rambut max sebatas bahu, bila melebihi bahu diikat dengan hairnet.
4)      Kuku dipotong pendek dan bersih serta tidak berkutek.
5)      Busana mengenakan seragam yang disediakan oleh perusahaan disesuaikan dengan bidang pekerjaan.
6)      Memakai pakaian dalam yang bersih dan stocking panjang.
7)      Pakaian dicuci dan disetrika rapi, dipelihara kerapihannya: kancing/ keliman/ ritsiliting jahitan jangan sampai terlepas.
8)      Id card dipasang di dada kiri atas sesuai peraturan, Id card tidak dicoret – coret  dan bersih.
9)      Sepatu hak minimal 1cm dan tergantung bagian dan seragam yang disediakan perusahaan.
10)  Jam tangan model formal, sederhana, tidak eksentrik.
11)  Assecories tidak berlebihan: cincin, giwang/ anting-anting, jam tangan dan kalung/ gelang.

b. Bagi pria yaitu:
1)      Wajah bersih tidak berminyak.
2)      Rambut tidak melebihi kerah baju tersisir rapi.
3)      Kuku dipotong pendek dan bersih.
4)      Tidak bercambang/ berjenggot dan berkumis.
5)      Busana mengenakan seragam yang disediakan oleh perusahaan disesuaikan dengan bidang pekerjaan.
6)      Memakai pakaian dalam singlet bukan T-Shirt.
7)      Kancing baju kemeja hanya bagian atas yang terbuka, tetapi bila memakai dasi maka kancing kemeja ditutup sampai bagian leher.
8)      Pakaian dicuci dan disetrika rapi, dipelihara kerapihannya: kancing/ keliman/ ritsiliting jahitan jangan sampai terlepas.
9)      Id card dipasang di dada kiri atas sesuai peraturan, Id card tidak dicoret-coret dan bersih.
10)  Celana sebatas mata kaki dan tidak diperkenankan memakai celana cutbray dan warna hitam.
11)  Ikat pinggang resmi dan warna hitam.
12)  Model sepatu resmi / casual hitam / sporty, dan bersih/bersemir.
Selain penampilan fisik, kita perlu memperhatikan kesehatan dan kebersihan pribadi yaitu:
  1. Tangan dan jari selalu bersih dan kuku digunting pendek.
  2. Rambut, tidak berketombe atau rontok.
  3. Hidung bagian dalam dan luar, kulit hidung sehat.
  4. Mulut dan gigi serta nafas dijaga agar tetap segar.
  5. Mata selalu cerah, bila mempergunakan kaca mata maka kaca mata harus selalu bersih.
  6. Telinga bagian luar dan dalam bersih.
  7. Wajah agar sehat dan segar.
  8. Kaki tidak berbau saat buka kaos kaki atau sepatu.

Penampilan diri staf perhotelan disesuaikan dengan bidang Front Office dan Housekeeping, diantaranya adalah penampilan sikap yaitu:
  1. Berdiri dengan bertumpu pada kedua kaki hendaknya berdiri dengan sejajar, jangan sampai salah satu kaki mengendor dan yang satu tegak.
  2. Duduklah dengan tegap sempurna, tidak membungkuk, kaki dalam posisi rapi dan sopan.
  3. Berjalan apa adanya dengan alami, jalan dengan tegap, teratur jangan dibuat-buat, tidak tunduk dan menyeret sepatu.
  4. Berbicara sopan sesuaikan dengan keadaan/ suasana lingkungan kerja, rapat/ dalam keadaan resmi.
  5. Ketika dipersilahkan untuk menyampaikan pendapat ataupun sebagainya, gunakan bahasa baku, sopan, tekanan suara lebih lembut, rendah ataupun sedang (jangan tinggi).
  6. Dalam lingkungan kerja biasa gunakan bahasa sehari- hari tapi sopan dan tidak menyinggung orang lain
  7. Menghadiri pesta resmi harus memperhatikan beberapa hal yaitu:
1)      mengambil makanan saat dipersilahkan oleh mc, waktu makan bersama dan antri dengan tenang dan sabar
2)      Sebaiknya tidak mengambil makanan terlalu penuh
3)      Tidak menumpahkan makanan/ memecahkan piring/ gelas
4)      Makan dengan suapan sederhana, jangan terlalu penuh dan terburu-buru
5)      Tidak makan terlalu cepat saat menguyah makanan
6)      Hindari gerakan yang kurang sopan agar tidak mengganggu kenyamanan orang lain
7)      Keadaan bersih dan rapi saat mengkonsumsi makanan
8)      Setelah acara makan selesai ucapkan terima kasih

MENGANALISIS PERSONAL HYGIENE (BAGIAN 2)


Menurut Uliyah dan Hidayat (2008) dan Potter dan Perry (2006), jenis-jenis personal hygiene antara lain adalah sebagai berikut:
a. Kebersihan kuku, kaki dan tangan
Tangan yang kotor dapat menyebabkan penyakit terkait makanan, seperti infeksi bakteri salmonella dan E. coli. Penting bagi seseorang untuk selalu menjaga kebersihan tangan. Mencuci tangan dapat dilakukan pada saat sebelum makan atau menyentuh makanan, setelah menggunakan kamar mandi, memegang hewan, sebelum dan setelah memegang orang sakit serta saat tangan terlihat kotor.
Menjaga kebersihan kuku merupakan salah satu aspek penting dalam mempertahankan perawatan diri karena berbagai kuman dapat masuk ke dalam tubuh melalui kuku. Dengan demikian kuku seharusnya terlihat sehat dan bersih. Memotong kuku dapat dilakukan sekurang-kurangnya 1x dalam seminggu atau saat terlihat panjang. Dalam memotong kuku dianjurkan untuk menggunakan pemotong kuku.
Dalam menjaga kebersihan dan kesehatan pada kaki dapat dilakukan dengan menggunakan alas kaki yang lembut, aman, dan nyaman. Jenis alas kaki yang dipakai dapat mempengaruhi masalah kaki dan kuku. Selain itu yang menjadi keharusan untuk menjaga kebersihan kaki adalah dengan mencuci kaki. Mencuci kaki dapat dilakukan Setelah beraktivitas atau saat kaki terlihat kotor dan sebelum pergi tidur.

b. Kebersihan rambut
Rambut yang terpelihara dengan baik akan membuat membuat terpelihara dengan subur dan indah sehingga akan menimbulkan kesan cantik dan tidak berbau apek. Rambut merupakan bagian dari tubuh yang memiliki fungsi proteksi dan pengatur suhu. Indikasi perubahan status kesehatan diri juga dapat dilihat dari rambut mudah rontok, sebagai akibat gizi kurang.
Dalam menjaga kebersihan rambut dapat dilakukan dengan keramas. Keramas minimal dilakukan dua kali dalam seminggu. Keramas harus lebih sering dilakukan jika seseorang melakukan aktivitas yang mengeluarkan banyak keringat, seperti selesai berolahraga dan bekerja. Keramas dengan menggunakan sampo atau bahan pembersih rambut lainnya, dapat menjaga kebersihan rambut dan kulit kepala. Sampo tidak hanya berfungsi membersihkan rambut tetapi juga untuk memberikan beberapa vitamin bagi rambut sehingga rambut subur dan berkilau.

c. Kebersihan gigi dan mulut
Gigi dan mulut merupakan bagian penting yang harus dipertahankan kebersihannya sebab melalui organ ini berbagai kuman dapat masuk. Hygiene mulut membantu mempertahankan status kesehatan mulut, gigi, gusi, dan bibir. Dengan menggosok gigi dapat membersihkan gigi dari plak, bakteri dan mengurangi ketidak-nyamanan yang dihasilkan dari bau dan rasa yang tidak nyaman.
Hygiene mulut yang baik memberikan rasa sehat dan selanjutnya menstimulasi nafsu makan. Menyikat gigi merupakan salah satu cara dalam menjaga kebersihan gigi dan mulut. Menggosok gigi secara benar dan teratur, sedikitnya di lakukan 4 kali sehari yaitu setiap selesai makan dan sebelum tidur. Menggosok gigi menggunakan sikat gigi sendiri. Memeriksakan kesehatan gigi dan mulut secara rutin kurang lebih 6 bulan sekali ke puskesmas atau ke dokter gigi.

d. Kebersihan mata
Mata merupakan organ yang sangat penting bagi kehidupan manusia karena sebagian besar aktivitas manusia selalu menggunakan mata. Secara normal tidak ada perawatan khusus yang diperlukan untuk mata karena secara terus-menerus dibersihkan oleh air mata, kelopak mata dan bulu mata yang mencegah masuknya partikel asing kedalam mata. Dalam menjaga kesehatan dan kebersihan mata dapat dilakukan dengan cara mengusap kotoran pada mata dari sudut mata bagian dalam ke sudut mata bagian luar mata mengunakan kain yang lembut dan bersih serta selalu melindungi mata dari kemasukan debu dan kotoran.

e. Kebersihan telinga
Telinga berfungsi sebagai pendengaran. Sangat penting bagi seseorang untuk selalu menjaga kebersihan telinga, karena apabila telinga terdapat serumen ataupun kotoran yang menumpuk dan tidak dibersihkan, maka akan mengganggu fungsi pendengaran. Dalam menjaga kebersihan telinga dapat dilakukan secara rutin sekitar 1-2x dalam seminggu. Pada saat membersihkan harus dilakukan dengan hati-hati menggunakan alat yang bersih dan aman. Tidak diperbolehkan menggunakan alat yang tajam seperti peniti untuk membersihkan serumen yang ada pada telinga.

f. Kebersihan hidung
Hidung berfungsi sebagai indra pembau dan sebagai jalan nafas. Lubang hidung terdapat bulu-bulu hidung dan lendir yang berfungsi untuk menyaring kotoran yang masuk bersama udara yang dihirup. Dalam menjaga kebersihan hidung dapat dilakukan dengan menggunakan kapas, sapu tangan atau tisu yang bersih dengan cara mengangkat sekresi hidung secara lembut.


g. Kebersihan kulit
Kulit merupakan salah satu bagian penting dari tubuh yang dapat melindungi tubuh dari kuman dan trauma, sehingga diperlukan perawatan yang adekuat (cukup) dalam mempertahankan fungsinya. Dalam menjaga perawatan kulit dapat dilakukan dengan melakukan mandi, karena dengan mandi setiap hari dapat menghilangkan kotoran, bau badan, keringat dan membuat rasa nyaman. Mandi sebaiknya dilakukan secara rutin minimal 2 kali sehari dan selalu menggunakan sabun.
Mengganti pakaian secara teratur merupakan salah satu cara menjaga kebersihan kulit. Dalam mengganti pakaian, minimal dilakukan 1x dalam sehari. Seseorang perlu mengganti pakaian lebih sering apabila dalam beraktivitas banyak berkeringat

MENGANALISIS PERSONAL HYGIENE (BAGIAN 1)

1. Definisi Personal Hygiene
Istilah personal hygiene berasal dari bahasa Yunani, personal artinya perorangan dan hygiene berarti sehat. Personal hygiene adalah suatu aktivitas untuk menjaga serta merawat tubuh agar tubuh selalu sehat dan bersih serta mampu meningkatkan derajat kesehatan pada tubuh sehingga masalah kesehatan serta dampak negatif dari fisik maupun sosial dapat teratasi dengan baik.

2. Jenis – Jenis Personal Hygiene
Menurut Uliyah dan Hidayat (2008), personal hygiene dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain; budaya, nilai sosial pada individu atau keluarga, pengetahuan terhadap perawatan diri, serta persepsi terhadap perawatan diri. Sedangkan menurut Perry dan Potter (2005), terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi seseorang melakukan personal hygiene, yaitu sebagai berikut:
  1. Citra tubuh. Penampilan umum pasien dapat menggambarkan pentingnya hygiene pada orang tersebut. Citra tubuh merupakan konsep subjektif seseorang tentang penampilan fisiknya. Citra tubuh ini dapat sering berubah. Citra tubuh mempengaruhi cara mempertahankan hygiene. Citra tubuh dapat berubah akibat adanya pembedahan atau penyakit fisik maka harus membuat suatu usaha ekstra untuk meningkatkan hygiene.
  2. Praktik sosial. Kelompok-kelompok sosial wadah seseorang pasien berhubungan dapat mempengaruhi praktik hygiene pribadi. Selama masa kanak-kanak, kanak-kanak mendapatkan praktik hygiene dari orang tua mereka. Kebiasaan keluarga, jumlah orang dirumah, dan ketersediaan air panas dan atau air mengalir hanya merupakan beberapa faktor yang mempengaruhi perawatan kebersihan.
  3. Status sosio ekonomi. Sumber daya ekonomi seseorang mempengaruhi jenis dan tingkat praktik kebersihan yang dilakukan. Apakah dapat menyediakan bahan-bahan yang penting seperti deodoran, sampo, pasta gigi, dan kosmestik (alat-alat yang membantu dalam memelihara hygiene dalam lingkungan rumah).
  4. Pengetahuan. Pengetahuan tentang pentingnya hygiene dan implikasinya bagi kesehatan mempengaruhi praktik hygiene. Kendati demikian, pengetahuan itu sendiri tidak cukup, harus termotivasi untuk memelihara perawatan diri.
  5. Kebudayaan. Kepercayaan kebudayaan pasien dan nilai pribadi mempengaruhi perawatan hygiene. Orang dari latar kebudayaan yang berbeda mengikuti praktek perawatan diri yang berbeda.
  6. Pilihan pribadi. Kebebasan individu untuk memilih waktu untuk perawatan diri, memilih produk yang ingin digunakan, dan memilih bagaimana cara melakukan hygiene.
  7. Kondisi fisik. Pada keadaan sakit tertentu kemampuan untuk merawat diri berkurang sehingga perlu bantuan untuk melakukan perawatan diri.

Menurut Green (1980), terdapat tiga faktor yang mempengaruhi perilaku kesehatan (personal hygiene), yaitu:
  1. Faktor predisposisi. Termasuk di dalamnya adalah pengetahuan, sikap, kepercayaan, tradisi, nilai budaya atau norma yang diyakini seseorang.
  2. Faktor pendukung. Yaitu faktor lingkungan yang memfasilitasi perilaku seseorang. Faktor pendukung di sini adalah ketersediaan sumber-sumber atau fasilitas. Misalnya puskesmas, obat-obatan, alat- alat kontrasepsi, jamban, air bersih dan sebagainya.
  3. Faktor pendorong atau penguat. Faktor yang menentukan apakah tindakan kesehatan memperoleh dukungan atau tidak. Faktor ini terwujud dalam sikap dan perilaku. Perilaku orang lain yang berpengaruh (tokoh masyarakat, tokoh agama, guru, petugas kesehatan, keluarga, pemegang kekuasaan) yang dapat menjadi pendorong seseorang untuk berperilaku.

Rabu, 15 April 2020

MEMAHAMI RUANG LINGKUP SANITASI HYGIENE DAN KESELAMATAN KERJA


1. Ruang Lingkup Sanitasi
Ada banyak sumber yang berbicara tentang pengertian sanitasi.
  • Suatu usaha pencegahan penyakit yang menitikberatkan kegiatan pada usaha kesehatan lingkungan hidup manusia.
  • Upaya menjaga pemeliharaan agar seseorang, makanan, tempat kerja atau peralatan higienes (sehat) dan bebas pencemaran yang diakubatkan oleh bakteri, serangga, atau binatang lainnya.
  • Cara pengawasan masyarakat yang menitikberatkan kepada pengawasan terhadap berbagai faktor lingkungan yang mungkin mempengaruhi derajat kesehatan masyarakat (menurut Dr. Azrul Azwar, M.Ph).
  • Prevention od diseases by eliminathing or controlling the environmental factor which from links in the chain of transmission (menurut Ehler & Steel).
  • Cara pengawasan terhadap faktor-faktor lingkungan yang mempunyai pengaruh terhadap lingkungan (menurut Hopkins).

Kesimpulan dari beberapa pengertian di atas, sanitasi adalah: suatu usaha pencegahan penyakit (preventif) yang menitikberatkan kegiatannya kepada usaha - usaha kesehatan lingkungan hidup manusia.
Berdasarkan pengertiannya yang dimaksud dengan sanitasi adalah suatu upaya pencegahan penyakit yang menitikberatkan kegiatannya kepada usaha-usaha kesehatan lingkungan hidup manusia.
Di dalam Undang-undang Kesehatan Nomor 23 Tahun 1992 pasal 22 disebutkan bahwa kesehatan lingkungan diselenggarakan untuk mewujudkan kualitas lingkungan yang sehat, yang dapat dilakukan melalui peningkatan sanitasi lingkungan, baik yang menyangkut tempat maupun terhadap bentuk atau wujud substantifnya yang berupa fisik, kimia, atau biologis termasuk perubahan perilaku.
Kualitas lingkungan yang sehat adalah keadaan lingkungan yang bebas dari resiko yang membahayakan kesehatan dan keselamatan hidup manusia, melalui pemukiman antara lain rumah tinggal dan asrama atau yang sejenisnya, melalui lingkungan kerja antara perkantoran  dan kawasan industry atau sejenis. Sedangkan upaya yang harus dilakukan dalam menjaga dan memelihara kesehatan lingkungan adalah obyek sanitasi meliputi seluruh tempat kita tinggal/bekerja seperti:  dapur, restoran, taman, public area, ruang kantor, rumah dsb.

2. Ruang Lingkup Hygiene
Untuk mencapai kesehatan yang prima, di dalam buku yang berjudul ”The Theory of Cattering”, bahwa hygiene is the study of health and prefentation of  the deasis  yang  berarti  adalah  ilmu  kesehatan  dan   pencegahan timbulnya penyakit.
Kebersihan adalah suatu disiplin ilmu yang mempelajari bagaimana  cara hidup sehat dan cara mencapai kondisi-kondisi higienis (hygiene condition). Berdasarkan materi  pengajaran K3 (Kesehatan dan Keselamatan Kerja), pengertian kebersihan adalah suatu usaha untuk melindungi, memelihara dan mempertahankan serta meningkatkan derajat kesehatan manusia, sehingga tidak mudah terganggu atau terpengaruh dari segala gangguan kesehatan.
Pengertian  Higiene  menurut  Undang-Undang  No  11  tahun  1962 adalah  ”Segala usaha untuk memelihara dan mempertinggi derajat kesehatan”. Agar lebih memahami apa arti hygiene maka kita bisa merujuk kepada pendapat beberapa ahli, berikut ini ialah kata hygiene menurut para ahli yaitu:
a. Menurut Brownell
Menurut Brownell pengertian hygiene adalah cara manusia untuk menjaga dan memelihara kesehatannya.

b. Menurut Gosh
Menurut Gosh arti hygiene adalah suatu ilmu di bidang kesehatan yang meliputi semua faktor yang mendorong terwujudnya kehidupan yang sehat, baik individu maupun masyarakat.

c. Menurut Prescott
Menurut Prescott pengertian hygiene dibagi ke dalam dua aspek yaitu menyangkut individu “Personal Hygiene” dan menyangkut lingkungan “Environment”.

d. Menurut Shadily
Menurut Shadily, hygiene adalah satu ilmu pengetahuan yang mempelajari tentang kesehatan. Hygiene erat hubungannya dengan perorangan, makanan dan minuman karena merupakan syarat untuk mencapai derajat kesehatan.

e. DEPKES RI
Menurut Depkes RI “tahun 2004” pengertian Hygiene adalah upaya kesehatan dengan cara memelihara dan melindungi kebersihan individu, misalnya mencuci tangan untuk kebersihan tangan, mencuci piring untuk melindungi kebersihan piring, membuang bagian makanan yang rusak untuk melindungi keutuhan makanan secara keseluruhan, sedang dalam Depkes RI “1994” hygiene lebih kepada upaya penyehatan diri.

f. Menurut UU No. 2 Tahun 1996
Menurut UU No. 2 Tahun 1996 pengertian hygiene ialah semua usaha untuk memelihara, melindungi dan meningkatkan derajat kesehatan badan, jiwa, baik untuk umum maupun perorangan yang bertujuan memberikan dasar-dasar kelanjutan hidup yang sehat, serta meningkatkan kesehatan dalam perikemanusiaan.
Contoh tindakan hygiene:
  • Mencuci tangan sebelum makan.
  • Mencuci tangan setelah melakukan maintenance and repair pada PC dan printer.
  • Pemeriksaan kesehatan pada tenaga kerja.

Hubungan Sanitasi dan Hygiene, Sanitasi menitik beratkan pada peralatan dan lingkungan kerja, sedangkan hygiene menitik beratkan pada kesehatan dan kebersihan perorangan dan makanan. Sanitasi dan hygiene seorang staf Hotel harus memperhatikan:
  1. Pakaian kerja dalam kondisi bersih dan rapi.
  2. Tidak menggunakan asesoris secara berlebihan.
  3. Tidak menggunakan pengharum badan yang baunya tidak terlalu tajam dan menyengat.
  4. Saat akan menyajikan makanan, makanan diperiksa untuk menghindari adanya kotoran debu atau rambut pada makanan.
  5. Sanitasi dan hygiene barang dan peralatan kerja.

3. Ruang Lingkup Keselamatan Kerja
Dua hal terbesar yang menjadi penyebab kecelakaan kerja yaitu: perilaku yang tidak aman dan kondisi lingkungan yang tidak aman, berdasarkan data dari Biro Pelatihan Tenaga Kerja, penyebab kecelakaan yang pernah terjadi sampai saat ini adalah diakibatkan oleh perilaku yang tidak aman sebagai berikut:
  1. Sembrono dan tidak hati – hati
  2. Tidak mematuhi peraturan
  3. Tidak mengikuti standar prosedur kerja.
  4. Tidak memakai alat pelindung diri
  5. Kondisi badan yang lemah

Persentase penyebab kecelakaan kerja yaitu 3% dikarenakan sebab yang tidak bisa dihindarkan (seperti bencana alam), selain itu 24% dikarenakan lingkungan atau peralatan yang tidak memenuhi syarat, dan 73% dikarenakan perilaku yang tidak aman. Cara efektif untuk mencegah terjadinya kecelakaan kerja adalah dengan menghindari terjadinya lima perilaku tidak aman yang telah disebutkan di atas. Menurut Kamus Umum Bahasa Indonesia (W.J.S Poerwadarminta): Selamat: Terhindar dari bahaya, tidak mendapat gangguan, sehat tidak kurang suatu apapun.
  1. Keselamatan: Keadaan/ perihal Terhindar dari bahaya, tidak mendapat
  2. gangguan, sehat tidak kurang suatu apapun.
· Keselamatan dalam melaksanakan pekerjaan sesuai dengan Standar Operasional Prosedur.
·Keselamatan dalam menangani bahaya atau resiko sesuai dengan Standar Operasional Prosedur.
·Keselamatan dalam menggunakan peralatan sesuai dengan Standar Operasional Prosedur.

Tujuan keselamatan dan kesehatan kerja adalah melindungi kesehatan tenaga kerja, meningkatkan efisiensi kerja, mencegah terjadinya kecelakaan kerja dan penyakit.
Manfaat keselamatan dan kesehatan kerja adalah:
a.       Mengantisipasi keberadaan faktor penyebab bahaya dan melakukan
b.      pencegahan sebelumnya.
c.       Memahami jenis-jenis bahaya yang ada di tempat kerja
d.      Mengevaluasi tingkat bahaya di tempat kerja
e.       Mengendalikan terjadinya bahaya atau komplikasi.

Rabu, 08 April 2020

TEKA TEKI SANITASI HYGIENE DAN KESELAMATAN KERJA

Langkah - langkah mengerjakan Teka - Teki Silang :
  1. Klik pada kotak kolom/baris yang ingin dijawab
  2. Ketik jawaban pada area yang disediakan di bawah kata kunci/clue
  3. Klik "OK"
  4. Setelah semua baris dan kolom terjawab, klik "Check Puzzle" untuk mengetahui jumlah jawaban salah.
  5. Ketik pada kolom komentar : Nama anda (spasi) Jumlah jawaban salah.
Teka Teki Sanitasi Hygiene dan Keselamatan Kerja

Teka Teki Sanitasi Hygiene dan Keselamatan Kerja

Wiragunawan

This interactive crossword puzzle requires JavaScript and any recent web browser, including Windows Internet Explorer, Mozilla Firefox, Google Chrome, or Apple Safari. If you have disabled web page scripting, please re-enable it and refresh the page. If this web page is saved on your computer, you may need to click the yellow Information Bar at the top or bottom of the page to allow the puzzle to load.

Rabu, 01 April 2020

PENERAPAN SANITASI HYGIENE DAN KESELAMATAN KERJA DALAM MENCEGAH PENYEBARAN COVID 19

Dunia saat ini sedang dilanda musibah penyebaran virus Covid 19. Virus ini menjadi sangat berbahaya karena penyebarannya yang cepat. Untuk menanggulangi penyebaran virus ini, pemerintah melakukan upaya preventif (pencegahan) dan kuratif (pengobatan). Secara umum upaya kuratif dilakukan dengan melaksanakan pengawasan serta perawatan/treatment terhadap orang yang sudah terjangkit atau ada kemungkinan terjangkit virus Covid 19. Upaya preventif dilakukan pemerintah dengan berbagai kebijakan untuk menekan penyebaran virus Covid 19, seperti meminimalkan kegiatan keramaian dan penyemprotan desinfektan. Bukan hanya pemerintah, kitapun harus melakukan upaya preventif yang dilakukan secara mandiri, seperti mengurangi kegiatan di luar rumah, menjaga lingkungan tetap bersih, dan menerapkan pola hidup sehat.

Secara khusus, upaya preventif bagi siswa Kompetensi Keahlian Perhotelan bukan merupakan hal baru, mengingat para siswa mendapatkan pelajaran Sanitasi Hyigiene dan Keselamatan Kerja. Penerapan Sanitasi Hygiene dan Keselamatan Kerja sangat berguna bagi siswa  untuk menjaga diri dan keluarga dari penyebaran Covid 19, dimana dalam pelajaran tersebut, siswa diajarkan bagaimana cara menjaga kebersihan lingkungan, merawat diri agar bersih dan sehat (terhindar dari penyakit), serta menjaga keselamatan ketika beraktivitas.

Beberapa cara terkait dengan Sanitasi Hygiene dan Keselamatan Kerja yang dapat diterapkan oleh siswa di rumah untuk menghindari penyebaran Covid 19 antara lain:

1. Menjaga kebersihan diri
Menjaga kebersihan diri merupakan salah satu cara yang paling efektif dalam mencegah penularan virus. Beberapa cara yang dapat dilakukan untuk menjaga kebersihan diri adalah:
  • Sering mencuci tangan.Virus ini bisa mati jika kita mencuci tangan dengan air mengalir dan sabun, atau menggunakan hand sanitizer yang mengandung alkohol dengan kadar setidaknya 70%. Mencuci tangan sebaiknya dilakukan sesuai kaidah dengan waktu kurang lebih 20 detik. Jadi, apabila ada droplet yang mengandung virus menempel di tangan, virus ini bisa hilang dengan cuci tangan sehingga kita tidak tertular.
Mencuci tangan
  • Mandi dan mencuci pakaian setelah datang dari kegiatan di luar rumah. Ketika datang dari beraktivitas di luar rumah sebaiknya langsung mandi dan mencuci pakaian yang dipakai untuk menghindari kemungkinan droplet yang mengandung virus menempel di badan atau pakaian.
Mandi
  • Tidak sering menyentuh wajah. Wajah kita, tepatnya mata, hidung, dan mulut, adalah pintu masuk Covid 19, untuk itu hindari menyentuh bagian - bagian wajah tersebut.
Menyentuh wajah

2. Menjaga kebersihan rumah dan tempat kerja
Berikut langkah – langkah yang bisa dilakukan untuk menjaga kebersihan rumah dan tempat kerja:

  • Sediakan tempat sampah dan buanglah sampah secara rutin. Sampah menjadi salah satu sumber penyakit. Dengan rutin membuang sampah, lingkungan jadi lebih sehat dan bersih, tanpa bau - bau mengganggu.
Tempat sampah
  • Sapu dan pel rumah setiap hari. Lantai yang bersih akan menghindarkan diri dari virus dan kuman yang terbawa dari luar.
Mengepel lantai
  • Membersihkan peralatan kerja. Pastikan meja kerja dibersihkan dengan antiseptik. Bersihkan pula benda yang paling sering disentuh, seperti mouse, telepon kantor, laptop dan benda lainnya. Usahakan alat permukaan benda harus tetap basah dalam jangka waktu 3-5 menit untuk memastikan kuman sudah mati.
Membersihkan tempat kerja
3. Menggunakan Alat Pelindung Diri (APD). Gunakan  alat pelindung ketika beraktivitas/bekerja, seperti masker untuk melindungi pernapasan dan hand gloves ketika kita banyak bersentuhan dengan benda.
Pemakaian masker
4. Menjaga jarak (Physical Distancing). Hindari bersentuhan langsung dengan orang lain dan tetap menjaga jarak secara fisik (menerapkan jarak aman 1m - 2m) ketika berinteraksi dengan orang lain.
Dengan menerapkan langkah - langkah seperti beberapa yang sudah dijelaskan di atas, diharapkan penyebaran Covid 19 dapat diminimalisir.
Physical distancing