Cari di Blog Ini

Tampilkan postingan dengan label INDUSTRI PERHOTELAN. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label INDUSTRI PERHOTELAN. Tampilkan semua postingan

Jumat, 10 April 2020

MENGANALISIS HUBUNGAN INDUSTRI PERHOTELAN DAN PARIWISATA


1. Skema Industri Pariwisata
Industri  perhotelan adalah kategori yang luas dari bidang dalam industri jasa yang meliputi penginapan, restoran, perencanaan acara, taman hiburan, transportasi, jalur pelayaran, dan bidang tambahan lainya yang ada dalam industri pariwisata.
Daerah tujuan wisata tentunya akan dikunjungi oleh banyak wisatawan yang tentu saja membutuhkan tempat untuk beristirahat dan menginap, dan hal tersebut menjadi peran bagi industri perhotelan untuk menyediakan akomodasi bagi para wisatawan. Terdapat tiga faktor yang menjadi daya ukur untuk mengetahui kesuksesan dalam mendatangkan wisatawan ke daerah tujuan wisata. ketiga faktor tersebut yaitu, jumlah wisatawan, lama tinggal dan tingkat hunian hotel.




Gambar 5.1 Skema Industri Pariwisata

Hubungan industri perhotelan dengan pariwisata dari segi ekonomi bisa dilihat dari ketiga faktor. karena semakin banyak jumlah wisatawan yang berkunjung maka semakin banyak pula pengeluaran yang dikeluarkan oleh wisatawan baik dalam transportasi, belanja, kuliner, menginap dan sebagainya. hal tersebut dapat menaikan tingkat hunian kamar hotel dan semakin banyak kamar yang terjual artinya semakin banyak pula pajak yang dibayarkan kepada daerah tersebut. dari sejumlah pajak yang dibayarkan dapat digunakan untuk membangun daerah tersebut, khususnya terhadap pengembangan potensi wisata tersebut sehingga dapat menarik lebih banyak wisatawan untuk berkunjung.
Selain Industri perhotelan ada pula hal lain yang berhubungan dengan industri pariwisata yang menjadi akomodasi tambahan selain hotel, contohnya seperti biro perjalanan wisata, restoran, operator adventure tour, tour guide, sarana hiburan dan fasilitas relaxation. Semuanya sangat bergantung pada situasi dan kondisi kepariwisataan sebagai bangunan utamanya yang selalu terjaga keberadaan dan keberlangsungannya sehingga akan berdampak positif terhadap tumbuhnya usaha akomodasi pariwisata yang pada gilirannya terjadilah aktivitas perekomian, industri dan bisnis yang saling menguntungkan.

2. Unsur – Unsur Industri Pariwisata
Industri pariwisata telah berkembang dengan pesat dari masa ke masa terbukti dari semakin banyaknya orang melakukan kegiatan wisata dan juga jumlah uang yang dibelanjakan untuk kegiatan tersebut, hal ini sangat dimungkinkan karena adanya:
  1. Semakin meningkatnya jumlah penduduk dunia, demikian juga meningkatnya jumlah penduduk dunia yang mampu melakukan perjalanan dan berwisata ke daerah lain.
  2. Kekupusan untuk cuti bersama pada setiap libur hariraya atau libur lainnya  juga ikut mendukung kegiatan berwisata dari daerah yang satu ke daerah yang lainnya  bahkan bila memungkinkan ke negara lain.
  3. Semakin bertambahnya uang atau dana yang dapat digunakan untuk dapat membiayai kegiatan wisata.
  4. Semakin tersedianya waktu yang luang dan kesempatan yang dapat digunakan untuk berwisata.
  5. Semakin mudah cara melakukan perjalanan, lebih cepat dan lebih menyenangkan.
  6. Kecenderungan biaya hidup lebih tinggi di negara tertentu, juga mendorong orang untuk melalukan wisata ke negara lain yang biaya hidupnya lebih rendah.
 a. Akomodasi
Adalah tempat bagi seseorang untuk tinggal sementara, dapat berupa hotel, losmen, guest house, pondok, cottage inn, perkemahan, caravan, bag packer dan sebagainya.
Gambar 5.2 Akomodasi

b. Jasa Boga dan Restoran
Adalah industri yang bergerak dalam bidang penyediaan makanan dan minuman, yang dikelola secara komersial. Jenis usaha ini dapat dibedakan dalam manajemennya, yaitu cara pengelolaannya, apakah dikelola secara mandiri maupun terkait dengan usaha lain.
Gambar 5.3 Jasa Boga dan Restoran
  
c. Transportasi dan Jasa Angkutan
Adalah bidang usaha jasa yang bergerak dalam bidang angkutan. Transportasi dapat dilakukan melalui darat, laut dan  udara. Pengelolaan dapat dilakukan oleh Swasta maupun BUMN.
Gambar 5.4 Transportasi dan Jasa Angkutan

d. Tempat Penukaran Uang (Money Changer) 
Tempat penukaran mata uang asing (money changer) kini telah berkembang dengan pesat, penukaran uang tidak hanya dilakukan di bank, melainkan juga pada perusahaan-perusahaan money changer yang tersebar di tempat-tempat strategis, terutama dikotakota besar.
Gambar 5.5 Tempat Penukaran Uang

e. Atraksi Wisata
Atraksi wisata dapat berupa pertunjukan tari, musik, upacara adat dll sesuai dengan budaya setempat.
Gambar 5.6 Atraksi Wisata

f. Cindera Mata
Adalah oleh-oleh atau kenang-kenangan yang dapat dibawa oleh wisatawan pada saat kembali ke tempat asalnya.
Gambar 5.7 Cindera Mata

g. Biro Perjalanan
Adalah suatu badan usaha dimana operasionalnya meliputi pelayanan semua proses perjalanan dari seseorang sejak berangkat hingga kembali, sehingga mereka merasa nyaman selama perjalanan.
Gambar 5.8 Biro Perjalanan

3. Hubungan Industri Perhotelan dan Pariwisata
Secara umum kita mengetahui bahwa hubungan industri perhotelan dengan pariwisata saling berkaitan sangat erat. Ini tak lepas dari fakta bahwa industri perhotelan menjadi salah satu tulang punggung yang mendukung pembangunan sektor pariwisata. Banyak sekali kontribusi industri perhotelan yang berimplikasi bagi perkembangan pariwisata. Yang pertama adalah sebagai salah satu tolok ukur keperhasilan suatu daerah dalam mempromosikan atau mengundang wisatawan untuk datang ke daerah tersebut. Suatu daerah tujuan wisatawan tentunya akan dikunjungi oleh wisatawan dan wisatawan tentu saja membutuhkan tempat menginap dan disinlah peran hotel sebagai tolok ukur untuk mengetahui seberapa banyak wisatawan yang berkunjung di daerah tersebut.
Pada dasarnya ada tiga indikator di industri perhotelan yang menjadi tolok ukur untuk mengetahui kesuksesan dalam mendatangkan wisatawan ke daerah tujuan wisata. Ketiga indikator tersebut adalah jumlah wisatawan, lama tingal wisatawan dan tingkat hunian hotel. Jumlah wisatawan yang menginap di hotel memang mengindikasikan jumlah wisatawan yang berkunjung di daerah tersebut namun itu belum cukup karena kita perlu mengetahui lama tinggal wisatawan juga.
Lama tinggal wisatawan sangat berperan penting sebagai indikator untuk mengetahui seberapa tertarik para wisatawan terhadap daerah yang dikunjunginya. Semakin lama wisatawan tinggal di suatu daerah maka ini mengindikasikan bahwa daerah tersebut memang diminati oleh wisatwan. Prosentase atau tingkat hunian hotel juga berperan penting sebagai indikator kesuksesan hotel dalam menjual kamarnya. Semakin tinggi tingkat hunian berarti semakin banyak jumlah kamar yang bisa dijual.
Lebih jauh lagi hubungan industri perhotelan dengan pariwisata adalah dari sisi ekonomi dan ini bisa dilihat dari ketiga indikator tersebut. Semakin tinggi jumlah wisatawan yang berkunjung maka semakin banyak spending atau belanja wisatawan di suatu daerah, entah untuk menginap, berbelanja, kuliner, transportasi dan lain sebagainya. Lama tinggal wisatawan juga berkontribusi bagi pendapatan daerah, semakin lama wisatawan tinggal di suatu daerah maka semakin banyak uang yang dibelanjakan dan berputar didaerah tersebut. Demikian juga dengan tingkat hunian, semakin tinggi tingkat hunian hotel berarti semakin banyak jumlah kamar yang terjual yang artinya semakin banyak pula pajak yang dibayarkan kepada daerah tersebut.
Secara umum hubungan industri perhotelan dengan pariwisata didominasi oleh kepentingan finansial dimana pihak hotel mendapatkan keuntungan dari jumlah wisatawan yang menginap untuk berkunjung ke daerah tersebut. Di satu sisi daerah tersebut juga mendapatkan kontribusi pajak yang dibayarkan oleh pihak hotel. Dari sejumlah pajak yang dibayarkan tersebut tentu saja dapat digunakan untuk membangun daerah tersebut khususnya untuk mengembangkan potensi wisata di daerah tersebut sehingga dapat menarik lebih banyak lagi wisatawan.
Sebenarnya ada beberapa hubungan industri perhotelan dengan pariwisata terlepas dari hubungan finansial dan salah satunya adalah hubungan reputasi. Dengan banyaknya jumlah wisatawan yang menginap di hotel untuk mengunjungi daerah tersebut maka daerah tersebut tentu saja akan berbenah diri untuk menyambut wisatawan. Pemerintah daerah setempat dan pengusaha hotel akan mendapat cukup modal untuk perbaikan infastruktur supaya wisatawan tertarik dan betah untuk berlama-lama berada di daerah tersebut. Pengusaha hotel akan melengkapi fasilitas usahanya sedangkan pemerintah daerah akan memperbaiki infrastruktur public mulai dari perbaikan jalan raya untuk mempermudah akses wisatawan, penambahan penghijauan supaya lebih sejuk sehingga membuat nyaman wisatawan. Perbaikan fasilitas destinasi wisata dan lain sebagainya. Ketika hotel dan pemerintah daerah tersebut bisa menyediakan segala fasilitas, infrastruktur dan kelengkapan yang dibutuhkan wisatawan tentu saja ini berdampak pada reputasi daerah itu sendiri.

MEMAHAMI KARAKTERISTIK PERHOTELAN

1. Karakteristik Produk Hotel
Produk bisnis perhotelan mempunyai empat karakteristik khusus, yaitu: produk nyata (tangible), tidak nyata (intangible), bersifat “perishable” dan “non perishable”. Produk yang bersifat nyata antara lain kamar, makanan, minuman,kolam renang dan sebagainya. Produk yang bersifat tidak nyata, antara lain” keramah tamahan, kenyamanan, keindahan, keamanan dan sebagainya. Produk bersifat perishable artinya bahwa produk tersebut hanya bisa dijual saat ini  adalah produk tidak tahan lama yang dapat disimpan di gudang. Contohnya kamar hotel, bahan makanan segar yang tidak dapat disimpan seperti sayur-mayur. Produk yang bersifat non perishable misalnya minuman keras, soft drink, perlengkapan tamu (guest supply and amenities).

2. Jenis – Jenis Penginapan
Ada beberapa jenis penginapan yang bisa disewa dan digunakan sebagai tempat menginap atau tinggal sementara berdasarkan fasilitas, pelayanan dan harga sewa. Berkaitan dengan penginapan (akomodasi) terdapat pengertian okupansi adalah jumlah unit kamar yang sudah dihuni atau sudah disewa di dalam sebuah penginapan. Berikut beberapa jenis penginapan yang ada di Indonesia.

a. Hotel
Hotel adalah usaha yang menggunakan suatu bangunan atau sebagian bangunan yang disediakan secara khusus, dan setiap orang dapat menginap, makan, serta memperoleh pelayanan dan fasilitas lainnya dengan pembayaran. Hotel memiliki 2 jenis yaitu hotel berbintang dan hotel nonbintang berdasarkan persyaratan yang telah ditentukan.

b. Boutique Hotel
Boutique Hotel ini adalah jenis hotel dengan jumlah kamar yang tidak terlalu banyak dan lebih dikhususkan untuk memanjakan tamu yang menginap. Desain bangunan hotel sangat mewah dan modern dengan jumlah kamar antara 10 – 50 kamar sehingga harga sewa mahal.

c. Resort
Resort adalah jenis penginapan yang dibangun di daerah yang memiliki pemandangan alam yang indah seperti daerah pantai atau pegunungan dengan fasilitas yang mengedepankan unsur rekreasi berupa sarana olahraga, hiburan, taman bermain anak ataupun tempat belanja.

d. Cottage (Bungalow)
Cottage atau sering disebut bungalow mirip dengan resort yaitu akomodasi yang berlokasi di sekitar pantai, danau  atau pegunungan dengan bentuk bangunan – bangunan terpisah seperti pondok. Umumnya disewakan untuk keluarga dan dilengkapi dengan fasilitas rekreasi.

e. Villa
Villa adalah jenis penginapan berbentuk rumah hunian yang biasanya disewakan untuk tempat tinggal sekaligus berlibur. Villa umumnya berada di daerah yang jauh dari keramaian di daerah pegunungan atau pantai dengan hawa sejuk dan suasana asri.

f. Losmen (Logement)
Losmen adalah jenis penginapan yang menggunakan sebagian atau seluruh bangunan disewakan untuk orang yang datang untuk beristirahat sementara waktu dengan/ tanpa makan – minum.

g. Inn
Inn mirip dengan losmen yaitu tempat yang menyediakan penginapan, makan dan minum, serta pelayanan umum lainnya, disewakan kepada orang – orang yang singgah untuk sementara waktu dengan jangka waktu menginap terbatas.

h. Motel
Motel singkatan dari motor hotel yaitu penginapan yang terletak di luar kota dan berada di pinggir jalan raya. Umumnya jenis penginapan ini dikhususkan bagi mereka yang sedang melakukan perjalanan antar kota dan butuh menginap. Motel hampir sama dengan hotel namun memiliki tempat parkir mobil dekat dengan kamar.

i. Guest House
Guest House merupakan sejenis penginapan yang umumnya berupa rumah dengan beberapa kamar untuk disewakan kepada umum. Umumnya tarif sewa Guest House murah sehingga cocok untuk rombongan.

j. Home stay
Home stay mirip dengan guest house jenis penginapan yang berasal dari rumah masyarakat umum yang telah ditingkatkan fasilitas dan sarananya, sehingga memenuhi syarat – syarat kesehatan, yang disewakan kepada wisatawan.


k. Hostel (dormitori)
Hostel ini jenis penginapan yang mirip asrama dimana satu kamar bisa diperuntukkan bagi beberapa orang dengan beberapa tempat tidur. Hostel ini cocok untuk para backpacker atau rombongan yang benar-benar menghemat budget. Contoh hostel Dormitory Backpackers Di Banyuwangi

l. Apartement
Ada apartemen yang disewakan untuk tempat tinggal sementara untuk sejumlah orang dalam unit tersendiri lengkap  dengan kelengkapan rumah tinggal normal, seperti dapur dan ruang makan tersendiri.

m. Penginapan Remaja
Penginapan remaja adalah jasa pelayanan penginapan bagi remaja sebagai akomodasi dalam rangka kegiatan pariwisata dengan tujuan untuk rekreasi, memperluas pengetahuan/pengalaman.

n. Pondok wisata
Pondok wisata adalah jasa pelayanan penginapan bagi umum yang dilakukan perorangan dengan menggunakan sebagian atau seluruh dari tempat tinggalnya (dengan pembayaran harian).

o. Perkemahan
Perkemahan adalah penyediaan tempat penginapan di alam terbuka dengan menggunakan tenda atau kereta gandengan bawaan sendiri sebagai tempat penginapan, termasuk juga caravan.

Beberapa jenis penginapan yang ada di luar negeri.
a. Ryokan
Ryokan adalah jenis penginapan di Jepang dengan perlengkapan serta pelayanannya sesuai tata cara kehidupan Jepang, seperti upacara minum the, duduk bersimpuh atau bersila di lantai, mengenakan kimono, dan sebagainya.

b. Minshuku
Minshuku adalah semacam losmen di daerah pesisir dalam lingkungan wilayah pedesaan para nelayan Jepang.

c. Schutzhutte
Schutzhutte adalah jenis penginapan di daerah pegunungan Alpen, dipergunakan oleh wisatawan – wisatawan untuk melindungi diri dari serangan angin ribut, topan dan salju, terutama oleh para olahragawan ski dan pekerja di daerah pegunungan tersebut.

d. Hospiz
Hospiz merupakan penginapan di pegunungan Eropa, terutama di daerah wilayah pegunungan Alpen.

e. Rooming House
Suatu bangunan atau bagian dari suatu bangunan tanpa perlengkapan ataupun peralatan yang disewakan untuk jangka waktu pendek kepada lebih dari 2 orang penyewa yang bukan anggota keluarga pemilik bangunan tersebut.

f. Kurhotel atau Kurpension
Hotel atau pension yang terletak di wilayah daerah wisata kesehatan dengan fasilitas diantaranya menyediakan pemandian yang mengandung mineral dan pengobatan khusus menurut petunjuk dokter ahli.

g. Foresteire
Foresteire jenis penginapan dengan bangunan yang terletak di pinggir hutan atau lereng gunung dengan perabotan sederhana, yang juga menyediakan makanan, disewakan kepada orang – orang yang tinggal untuk beberapa hari dalam perjalanan mereka melintasi hutan, gunung atau perbatasan.



h.Pension
Pension adalah rumah penginapan untuk wisatawan di Eropa dengan biaya yang murah, dan menyediakan makan pagi tamu dengan tarif tertentu.

i. Holiday Centre
Holiday Centre (Pusat Peristirahatan) adalah jenis penginapan berupa sekelompok bangunan yang merupakan kesatuan unit, di mana secara kesatuan mempunyai tempat makan, hiburan dan fasilitas olah raga serta rekreasi.

j. Holiday Homes
Holiday Homes adalaj penginapan berupa perumahan di pedesaan, tepi pantai atau lereng gunung di Eropa yang disediakan oleh organisasi bantuan untuk keperluan keluarga yang hendak membutuhkan rumah istirahat ini di musim libur. Sewa sangat murah berdasarkan kesepakatan.

3. Karakteristik Hotel
Bisnis hotel mempunyai tujuan yaitu mendapatkan pendapatan seoptimal mungkin melalui pemenuhan   kebutuhan dan keinginan tamu (guest need & wants). Kepuasan tamu menjadi sasaran pelayanan untuk membentuk citra hotel yang baik dan sekaligus menjamin keberadaan hotel dalam jangka panjang.
  1. Industri hotel tergolong industri yang padat modal serta padat karya yang artinya dalam pengelolaannya memerlukan modal usaha yang besar dengan tenaga pekerja yang banyak pula.
  2. Dipengaruhi oleh keadaan dan perubahan yang terjadi pada sektor ekonomi, politik, sosial, budaya, dan keamanan dimana hotel tersebut berada
  3. Menghasilkan dan memasarkan produknya bersamaan dengan tempat dimana jasa pelayanannya dihasilkan.
  4. Beroperasi selama 24 jam sehari, tanpa adanya hari libur dalam pelayanan jasa terhadap pelanggan hotel dan masyarakat pada umumnya.
Memperlakukan pelanggan seperti raja selain juga memperlakukan pelanggan sebagai patner dalam usaha karena jasa pelayanan hotel sangat tergantung pada banyaknya pelanggan yang menggunakan fasilitas hotel tersebut.

MEMAHAMI SEJARAH PERHOTELAN INTERNASIONAL

Untuk dapat memahami industri perhotelan, pada bagian ini dijelaskan secara singkat  sejarah perhotelan sebagai penambah wawasan. Hotel mulai dikenal sejak permulaan abad masehi, dengan adanya usaha penyewaan kamar untuk orang yang melakukan perjalanan.  Hotel sebagaimana jenis akomodasi lain berasal dari kata “Inn” yang dapat diartikan sebagai usaha menyewakan sebagian dari rumahnya kepada orang lain yang memerlukan kamar untuk menginap. Pada umumnya  kamar yang disewakan  dihuni oleh beberapa orang secara bersama-sama.
Pada mulanya inn, sering juga disebut dengan lodge yang hanya menyediakan tempat beristirahat  bagi mereka yang melakukan perjalanan, karena sudah larut malam  terpaksa tidak dapat melanjutkan perjalanannya.  Kemudian peradaban semakin maju maka terdapat berbagai peningkatan dengan menambahkan fasilitas penyediaan  bak air  untuk mandi yang kemudian disusul  dengan penyediaan makanan dan minuman walaupun masih dalam tahap yang sangat sederhana. Pada abad ke  enam masehi,  mulai diperkenalkan  uang sebagai alat  penukar yang sah, maka jenis usaha penginapan ini semakin berkembang dan mencapai puncaknya pada masa Revolusi Industri  di Inggris pada tahun 1750  hingga tahun 1790.
Sejarah dari adanya suatu hotel memiliki sumber dan pendapat yang banyak dan berbeda, berikut sejarah hotel di dunia menurut beberapa sumber yang tertulis.
  1. Menurut sumber yaitu Drs. Oka A.A. Yoeti, menyatakan bahwa hotel sudah ada ketika Mariam dan Yusuf membutuhkan tempat untuk menginap ketika Mariam ingin melahirkan Nabi Isa.
  2. Pada jaman kerajaan Romawi telah dibangun Mansiones yang memiliki lokasi di sepanjang jalan utama dengan jarak 40 KM.
  3. Pada abad pertengahan jaman kerajaan Romawi muncul peraturan keagamaan di Eropa untuk membangun tempat-tempat menginap di sepanjang jalan yang dilalui orang atau bisa disebut dengan road side inn.
  4. Pada saat perang salib berlangsung, para pengusaha penginapan menyediakan tempat menginap bagi para prajurit perang dan juga bagi para peziarah ke tanah suci.
  5. Setelah itu muncul tepat bersitirahat dengan fasilitas kepada para pelancong di gereja-gereja. Semua penggunaaan fasilitas tidak dipungut biaya, melainkan hanya diharapkan adanya sumbangan sukarela bagi yang mampu.
  6. Menurut pernyataan Jusupadi Salmun, SH.  Sekitar tahun 1800 sampai dengan 1900 dalam film western yang berjudul cowboy, sudah terdapat hotel yang letaknya bersebelahan dengan salon, bar, dan restaurant yang disediakan bagi para pelancong.
Berdasarkan 6 pernyataan atau sumber diatas, kemudian munculah hotel dengan fasilitas dan pelayanan yang lebih ditingkatkan. Beberapa hotel yang muncul dengan standar yang lebih baik adalah :
  1. Dimulai dari inggris pada tahun 1129 yang merupakan Inn tertua bertempat di Canterburry, Inggris.
  2. Kemudian dibangun Inn tertua di Amerika pada 1670.
  3. Kemudian dibangun sebuah penginapan yang berada di kota New York, Amerika Serikat (menurut William S.Gray dam Salvatore C. Linguori) telah dibangun De Lancey pada tahun 1762 yang diubah namanya menjadi Queens Head Tavern yang dijadikan lambang cerminan Amerika Serikat pada masa lalu. Kini Queens Head Tavern telah diubah menjadi restaurant dengan nama Frannces Tavern.
  4. Disusul hotel di Convent Garden pada tahun 1774 yang besebelahan dengan bioskop Wetminsfer di London City.
  5. Didirikan hotel dengan 170 kamar pada tahun 1794  di New York dengan nama City Hotel.
  6. Dibangun Boston's Tremont House pada tahun 1829  yang merupakan hotel pertama yang memiliki kamar Single dan Double dan ditambahnya tempat untuk melakukan converence bagi masyarakat lokal dengan jumlah kamar 270 yang dijuluki hotel modern pertama. Selain itu hotel ini juga merupakan hotel pertama yang melakukan pendidikan dan seleksi terhadap pekerjanya untuk meningkatkan mutu pelayanan kepuasan kepada tamunya. Namun pada umur yang ke-20, hotel ini ditutup.
  7. Didirikannya hotel Aster, The Palmer House dan The Sherman House di Chicago, Hotel Planters di St. Louis pada tahun 1830 sampai dengan tahun 1850.
  8. Berdiri The St. Pancras Station and Hotel di London pada tahun 1875.
  9. Pada tahun 1875 dibangun Palace di San Fransisco dengan fasilitas termegah dan terbesar dengan total 800 kamar.
  10. Pada tahun 1880 didirikan Ellsworth Milton Statler di New York dengan tujuan kepentingan Business Travellers yang merupakan Chain Hotel pertama di dunia. Hotel ini juga berjasa menemukan ide-ide baru yaitu penambahan cermin di kamar, penyediaan koran pagi, dan lain-lain.
  11. Pada tahun 1894 dibangun Netherlands Hotel di New York sebagai hotel dengan sambungan jaringan komunikasi ke setiap kamarnya.
  12. Pada tahun 1896 didirikan The Waldorf Astoria di New York.
Sebuah hotel bernama Keiunkan Inn di Hayakawa, Perfektur Yamanashi terkenal karena memegang Guinness World Record untuk hotel tertua di dunia. Dibangun pada 705 M

Hampir semua hotel pada jaman itu berdekatan dengan stasiun kereta api. Namun setelah adanya mobil dan pesawat terbang, maka hotel dapat dijumpai disegala tempat. Sehingga secara alamiah hotel dikelompokkan berdasarkan jasa dan lokasi dimana hotel itu berada seiring bangkitnya industri perhotelan.

MEMAHAMI SEJARAH PERHOTELAN NASIONAL

Di Indonesia zaman penjajahan Belanda dan pada masa sebelum kemerdekaan di tahun 1945 telah banyak didirikan hotel besar berskala internasional, terutama di kota-kota besar seperti Jakarta, Bali, Bandung, Surabaya, Medan, Semarang, Yogyakarta,  dan lain-lainnya. Tercatat Hotel Des Indes di Jakarta dan Hotel Savoy Homann di Bandung, Hotel Bali Beach di  Bali sering digunakan untuk menerima tamu-tamu negara.
Hotel Des Indes

  1. Berawal dari masa penjajahan kolonial Belanda mulai dibangun pertama kali yaitu Hotel Des Indes yang pernah menjadi Hotel Duta Indonesia.
  2. Kemudian setelah Indonesia merdeka dibangun Hotel Indonesia yang diresmikan oleh Soekarno pada 5 Agustus 1962 dengan menugaskan seorang arsitek asing yang berasal dari Amerika Serikat yaiut Abel Soeronsen dan Wendy. Dengan luas bangunan 25.000 meter persegi dibentuk dengan konsep Indonesia yang modern yang tetap menunjukkan unsur lokal yang menjadikan hotel pertama di indonesia yang berstandar internasional. Hotel ini telah dinobatkan sebagai situs warisan budaya dengan Keputusan Gubernur DKI Jakarta No. 475 tanggal 29 Maret 1993. Sekarang Hotel Indonesia dikelola oleh Kempinski Hotel SA yang merupakan kelompok hotel tertua di Eropa.
  3. Disusul dengan pembangunan hotel di Pelabuhan Ratu, Jawa Barat dengan nama Samudera Beach Hotel yang diresmikan pada Februari 1966.
  4. Setelah itu berdiri Ambarukmo palace hotel di Yogyakarta yang diresmikan pada bulan Maret 1966.
  5. Di Bali juga didirikan Bali Beach yang bertempat di pantai Sanur, Bali yang diresmikan pada bulan November 1966.
Hotel Bali Beach

Saat ini di Indonesia ada kecenderungan terutama di kota-kota besar seperti Jakarta, pada saat banjir sebagian masyarakat pindah ke Hotel. Begitu juga saat-saat libur seperti liburan lebaran, pembantu pulang kampung maka ada sebagian anggota masyarakat memilih tinggal di Hotel. Dewasa ini telah banyak bermunculan berbagai tipe hotel dari yang berbintang lima, diamond, apertemen sampai hotel melati atau losmen, yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat. 

Senin, 30 Maret 2020

MEMAHAMI INDUSTRI PERHOTELAN


1. Pengertian Pariwisata
Untuk memperoleh kerangka acuan yang sama maka sebaiknya digunakan pengertian yang telah diatur dalam Undang Undang Republik Indonesia nomor 9 tahun 1990 tentang Kepariwisataan.

Kegiatan pariwisata di Bali
 Di sini dikutip beberapa pengertian istilah yang berkaitan dengan kepariwisataan.
  1. Wisata adalah kegiatan perjalanan atau sebagian dari kegiatan tersebut yang dilakukan secara sukarela serta bersifat sementara untuk menikmati objek dan daya tarik wisata.
  2. Wisatawan adalah orang yang melakukan kegiatan wisata.
  3. Pariwisata adalah segala sesuatu yang berhubungan dengan wisata, termasuk pengusahaan objek dan daya tarik wisata serta usahausaha yang terkait bidang tersebut.
  4. Kepariwisataan adalah segala sesuatu yang berhubungan dengan penyelenggaraan pariwisata.
  5. Usaha pariwisata adalah kegiatan yang bertujuan menyelenggarakan jasa pariwisata, menyediakan atau mengusahakan objek dan daya tarik wisata, usaha sarana pariwisata dan usaha lain yang terkait di bidang tersebut.
  6. Objek dan daya tarik wisata adalah segala sesuatu yang menjadi sasaran wisata.
  7. Kawasan Pariwisata adalah kawasan dengan luas tertentu yang dibangun atau disediakan untuk memenuhi kebutuhan pariwisata. 

2. Pengertian Akomodasi
Akomodasi merupakan sebuah industri yang bergerak dalam bidang jasa pelayanan penginapan, makanan dan minuman serta jasa penunjang lainnya. Jenis-jenis akomodasi terdiri dari:
  1. Akomodasi komersial adalah akomodasi yang tujuan pengelolaannya untuk mencari keuntungan sepenuhnya. Contohnya: hotel, villa, bungalow, apartemen, dan lain – lain.
  2. Akomodasi semi komersial adalah akomodasi yang tujuan pengelolaan tidak untuk mencari keuntungan, melainkan hanya mengenakan biaya kepada pelanggan hanya untuk biaya operasional saja. Contohnya: rumah skait, kos, asrama mahasiswa.
  3. Akomodasi non komersial adalah akomodasi yang tujuan pengelolaannya sama sekali tidak untuk mencari keuntungan. Contohnya: asrama tentara, mess.

3. Pengertian Hotel
Suwithi, dkk (2008) mengutip definisi hotel dari beberapa sumber sebagai berikut:
  1. Menurut kamus Oxford, The advance learner’s Dictionary adalah: “Building where meals and rooms are provided for travelers.” Yang dapat diartikan sebagai bangunan (fisik) yang menyediakan layanan kamar, makanan dan minuman bagi tamu.
  2. Menurut SK Menparpostel no.KM 37/PW.340/MPPT-86 tentang peraturan usaha dan pengelolaan hotel menyebutkan bahwa hotel adalah suatu jenis akomodasi yang mempergunakan sebagian atau seluruh bangunan untuk menyediakan jasa penginapan, makanan dan minuman serta jasa penunjang lainnya bagi umum yang dikelola secara komersial.
  3. Menurut the American Hotel and Motel Association (AHMA) sebagaimana dikutif oleh Steadmon dan Kasavana: A hotel may be defined as an establishment whose primary business is providing lodging facilities for the general public and which furnishes one or more of the following services: food and beverage service, room attendant service, uniformed service, Laundering of linens and use of furniture and fixtures. Yang dapat diartikan sebagai sebuah bangunan yang dikelola secara komersial dengan memberikan fasilitas penginapan untuk umum dengan fasilitas pelayanan sebagai berikut: pelayanan makan dan minum, pelayanan kamar, pelayanaan barang bawaan, pencucian pakaian dan dapat menggunakan fasilitas/perabotan dan menikmati hiasan-hiasan yang ada didalamnya. Dari pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa hotel adalah:
1)      Menggunakan bangunan fisik,
2)      Menyediakan jasa penginapan, makanan dan minuman serta jasa lainnya,
3)      Diperuntukkan bagi umum,
4)      Dikelola secara profesional dan komersial.
Pemandangan salah satu hotel
4. Ruang Lingkup Usaha Perhotelan
Fungsi hotel sebenarnya merupakan tempat tinggal sementara bagi para pelaku bisnis, wisatawan, olah ragawan, pemimpinpemimpin negara, pejabat birokrasi pemerintahan dan masyarakat umum lainnya. Jadi tamu hotel datang dari beraneka ragam latar belakang profesi, kehidupan, dan budaya. Lokasi hotel biasanya dipilih di lingkungan daerah yang merupakan pusat-pusat bisnis, obyek-obyek wisata alam, wisata agro, pusat-pusat budaya/adat istiadat masyarakat, pusat pemerintahan, keagamaan, dan sebagainya. Hotel menjadi penggerak sekaligus penunjang kehidupan ekonomi dan budaya masyarakat sekitarnya. Hotel merupakan bagian integral dari usaha pariwisata,dengan menyediakan fasilitas-fasilitas sebagai berikut :
  1. Pelayanan kamar tidur (room service),
  2. Pelayanan makanan dan minuman (food and beverage),
  3. Pelayanan cucian tamu (laundry service),
  4. Pelayanan Penunjang lainnya, seperti:
1)      Tempat-tempat rekreasi,
2)      Fasilitas olah raga/kebugaran,
3)      Pusat bisnis,
4)      Ruang konferensi/seminar.

5. Fungsi dan Peranan Hotel dalam Perekonomian Global dan Nasional
Fungsi utama dan fungsi tradisional dari suatu hotel adalah sebagai sarana untuk memenuhi kebutuhan menginap, makan dan minum, mandi, istirahat, dan sebagainya bagi para tamu selama mereka berada jauh dari tempat tinggal asalnya (http://anditriplea.blogspot.com/2011). Namun dengan perkembangan dan kemajuan hotel sekarang ini, fungsi hotel bukan lagi hanya sekedar sebagai tempat menginap atau istirahat bagi para tamu, tetapi juga telah mempunyai banyak fungsi, antara lain sebagai tujuan pertemuan pejabat-pejabat penting antar Negara, tempat konferensi, seminar, lokakarya, musyawarah nasional, ajang pameran dan promosi bisnis, ajang festival seni dan budaya dan kegiatan lain semacam itu yang tentunya memerlukan berbagai sarana dan prasarana yang semakin lengkap. 
Dapat dikatakan bahwa peranan hotel dewasa ini, adalah sebagai salah satu mata rantai yang menggerakkan pertumbuhan dan pengembangan sektor pariwisata, bisnis, lapangan kerja, serta pengembangan dan pelestari seni dan budaya masyarakat dalam arti yang luas. Dengan kata lain, bisnis pariwisata adalah sektor yang memberikan multiplier effect terhadap industri lain (makanan, akomodasi, transportasi, hiburan, pameran) sehingga investasi yang dikembangkan harus ditempatkan pada pemain-pemain pariwisata yang memang memiliki kompetensi untuk bersinergi dengan komponen pariwisata lainnya. (http://www.investor.co.id).