Cari di Blog Ini

Rabu, 15 April 2020

MEMAHAMI RUANG LINGKUP SANITASI HYGIENE DAN KESELAMATAN KERJA


1. Ruang Lingkup Sanitasi
Ada banyak sumber yang berbicara tentang pengertian sanitasi.
  • Suatu usaha pencegahan penyakit yang menitikberatkan kegiatan pada usaha kesehatan lingkungan hidup manusia.
  • Upaya menjaga pemeliharaan agar seseorang, makanan, tempat kerja atau peralatan higienes (sehat) dan bebas pencemaran yang diakubatkan oleh bakteri, serangga, atau binatang lainnya.
  • Cara pengawasan masyarakat yang menitikberatkan kepada pengawasan terhadap berbagai faktor lingkungan yang mungkin mempengaruhi derajat kesehatan masyarakat (menurut Dr. Azrul Azwar, M.Ph).
  • Prevention od diseases by eliminathing or controlling the environmental factor which from links in the chain of transmission (menurut Ehler & Steel).
  • Cara pengawasan terhadap faktor-faktor lingkungan yang mempunyai pengaruh terhadap lingkungan (menurut Hopkins).

Kesimpulan dari beberapa pengertian di atas, sanitasi adalah: suatu usaha pencegahan penyakit (preventif) yang menitikberatkan kegiatannya kepada usaha - usaha kesehatan lingkungan hidup manusia.
Berdasarkan pengertiannya yang dimaksud dengan sanitasi adalah suatu upaya pencegahan penyakit yang menitikberatkan kegiatannya kepada usaha-usaha kesehatan lingkungan hidup manusia.
Di dalam Undang-undang Kesehatan Nomor 23 Tahun 1992 pasal 22 disebutkan bahwa kesehatan lingkungan diselenggarakan untuk mewujudkan kualitas lingkungan yang sehat, yang dapat dilakukan melalui peningkatan sanitasi lingkungan, baik yang menyangkut tempat maupun terhadap bentuk atau wujud substantifnya yang berupa fisik, kimia, atau biologis termasuk perubahan perilaku.
Kualitas lingkungan yang sehat adalah keadaan lingkungan yang bebas dari resiko yang membahayakan kesehatan dan keselamatan hidup manusia, melalui pemukiman antara lain rumah tinggal dan asrama atau yang sejenisnya, melalui lingkungan kerja antara perkantoran  dan kawasan industry atau sejenis. Sedangkan upaya yang harus dilakukan dalam menjaga dan memelihara kesehatan lingkungan adalah obyek sanitasi meliputi seluruh tempat kita tinggal/bekerja seperti:  dapur, restoran, taman, public area, ruang kantor, rumah dsb.

2. Ruang Lingkup Hygiene
Untuk mencapai kesehatan yang prima, di dalam buku yang berjudul ”The Theory of Cattering”, bahwa hygiene is the study of health and prefentation of  the deasis  yang  berarti  adalah  ilmu  kesehatan  dan   pencegahan timbulnya penyakit.
Kebersihan adalah suatu disiplin ilmu yang mempelajari bagaimana  cara hidup sehat dan cara mencapai kondisi-kondisi higienis (hygiene condition). Berdasarkan materi  pengajaran K3 (Kesehatan dan Keselamatan Kerja), pengertian kebersihan adalah suatu usaha untuk melindungi, memelihara dan mempertahankan serta meningkatkan derajat kesehatan manusia, sehingga tidak mudah terganggu atau terpengaruh dari segala gangguan kesehatan.
Pengertian  Higiene  menurut  Undang-Undang  No  11  tahun  1962 adalah  ”Segala usaha untuk memelihara dan mempertinggi derajat kesehatan”. Agar lebih memahami apa arti hygiene maka kita bisa merujuk kepada pendapat beberapa ahli, berikut ini ialah kata hygiene menurut para ahli yaitu:
a. Menurut Brownell
Menurut Brownell pengertian hygiene adalah cara manusia untuk menjaga dan memelihara kesehatannya.

b. Menurut Gosh
Menurut Gosh arti hygiene adalah suatu ilmu di bidang kesehatan yang meliputi semua faktor yang mendorong terwujudnya kehidupan yang sehat, baik individu maupun masyarakat.

c. Menurut Prescott
Menurut Prescott pengertian hygiene dibagi ke dalam dua aspek yaitu menyangkut individu “Personal Hygiene” dan menyangkut lingkungan “Environment”.

d. Menurut Shadily
Menurut Shadily, hygiene adalah satu ilmu pengetahuan yang mempelajari tentang kesehatan. Hygiene erat hubungannya dengan perorangan, makanan dan minuman karena merupakan syarat untuk mencapai derajat kesehatan.

e. DEPKES RI
Menurut Depkes RI “tahun 2004” pengertian Hygiene adalah upaya kesehatan dengan cara memelihara dan melindungi kebersihan individu, misalnya mencuci tangan untuk kebersihan tangan, mencuci piring untuk melindungi kebersihan piring, membuang bagian makanan yang rusak untuk melindungi keutuhan makanan secara keseluruhan, sedang dalam Depkes RI “1994” hygiene lebih kepada upaya penyehatan diri.

f. Menurut UU No. 2 Tahun 1996
Menurut UU No. 2 Tahun 1996 pengertian hygiene ialah semua usaha untuk memelihara, melindungi dan meningkatkan derajat kesehatan badan, jiwa, baik untuk umum maupun perorangan yang bertujuan memberikan dasar-dasar kelanjutan hidup yang sehat, serta meningkatkan kesehatan dalam perikemanusiaan.
Contoh tindakan hygiene:
  • Mencuci tangan sebelum makan.
  • Mencuci tangan setelah melakukan maintenance and repair pada PC dan printer.
  • Pemeriksaan kesehatan pada tenaga kerja.

Hubungan Sanitasi dan Hygiene, Sanitasi menitik beratkan pada peralatan dan lingkungan kerja, sedangkan hygiene menitik beratkan pada kesehatan dan kebersihan perorangan dan makanan. Sanitasi dan hygiene seorang staf Hotel harus memperhatikan:
  1. Pakaian kerja dalam kondisi bersih dan rapi.
  2. Tidak menggunakan asesoris secara berlebihan.
  3. Tidak menggunakan pengharum badan yang baunya tidak terlalu tajam dan menyengat.
  4. Saat akan menyajikan makanan, makanan diperiksa untuk menghindari adanya kotoran debu atau rambut pada makanan.
  5. Sanitasi dan hygiene barang dan peralatan kerja.

3. Ruang Lingkup Keselamatan Kerja
Dua hal terbesar yang menjadi penyebab kecelakaan kerja yaitu: perilaku yang tidak aman dan kondisi lingkungan yang tidak aman, berdasarkan data dari Biro Pelatihan Tenaga Kerja, penyebab kecelakaan yang pernah terjadi sampai saat ini adalah diakibatkan oleh perilaku yang tidak aman sebagai berikut:
  1. Sembrono dan tidak hati – hati
  2. Tidak mematuhi peraturan
  3. Tidak mengikuti standar prosedur kerja.
  4. Tidak memakai alat pelindung diri
  5. Kondisi badan yang lemah

Persentase penyebab kecelakaan kerja yaitu 3% dikarenakan sebab yang tidak bisa dihindarkan (seperti bencana alam), selain itu 24% dikarenakan lingkungan atau peralatan yang tidak memenuhi syarat, dan 73% dikarenakan perilaku yang tidak aman. Cara efektif untuk mencegah terjadinya kecelakaan kerja adalah dengan menghindari terjadinya lima perilaku tidak aman yang telah disebutkan di atas. Menurut Kamus Umum Bahasa Indonesia (W.J.S Poerwadarminta): Selamat: Terhindar dari bahaya, tidak mendapat gangguan, sehat tidak kurang suatu apapun.
  1. Keselamatan: Keadaan/ perihal Terhindar dari bahaya, tidak mendapat
  2. gangguan, sehat tidak kurang suatu apapun.
· Keselamatan dalam melaksanakan pekerjaan sesuai dengan Standar Operasional Prosedur.
·Keselamatan dalam menangani bahaya atau resiko sesuai dengan Standar Operasional Prosedur.
·Keselamatan dalam menggunakan peralatan sesuai dengan Standar Operasional Prosedur.

Tujuan keselamatan dan kesehatan kerja adalah melindungi kesehatan tenaga kerja, meningkatkan efisiensi kerja, mencegah terjadinya kecelakaan kerja dan penyakit.
Manfaat keselamatan dan kesehatan kerja adalah:
a.       Mengantisipasi keberadaan faktor penyebab bahaya dan melakukan
b.      pencegahan sebelumnya.
c.       Memahami jenis-jenis bahaya yang ada di tempat kerja
d.      Mengevaluasi tingkat bahaya di tempat kerja
e.       Mengendalikan terjadinya bahaya atau komplikasi.

Minggu, 12 April 2020

MEMAHAMI PUBLIC AREA SECTION (BAGIAN 1)

1. Public Area Section sebagai Bagian dari Departemen Housekeeping
Housekeeping department adalah departemen hotel yang bertanggung jawab atas seluruh kebersihan hotel baik dalam ruangan maupun Public Area serta membersihkan berbagai fasilitas hotel. Housekeeping terbagi atas beberapa seksi antara lain :
a.        Public Area Section
b.        Room Section/Floor Section
c.        Laundry section
1)      Valet
2)      Washer
3)      Presser
4)      Marker
5)      Checker
d.       Linen/uniform Section
e.        Florist section
f.         Gardener section
g.        Recreation / swimmimg pool section

a. Public Area Section
Seksi yang mempunyai tugas dan tanggung jawab untuk menjaga kebersihan, kerapihan, keindahan dan kenyamanan seluruh area hotel, baik yang ada diluar gedung maupun didalam gedung hotel, antara lain Lobby area, restroom, restaurant, meeting room, garden, parking area dan fasilitas untuk karyawan hotel.

b. Room section/Floor Section
Seksi yang mempunyai tanggung jawab untuk mempersiapkan dan menjaga kebersihan, kerapihan dan kelengkapan kamar tamu.

c. Laundry
Seksi yang mempunyai tanggung jawab untuk menyediakan linen-linen yang bersih untuk keperluaan kamar, restauran dan meeting room, menyediakan seragam bersih bagi karyawan dan membersihkan pakaian tamu yang kotor.

d. Linen dan Uniform
Seksi yang bertanggung jawab untuk mengelola sirkulasi dan penyediaan seluruh linen dan uniform bagi karyawan.

e. Florist
Seksi yang bertanggung jawab untuk menyediakan dan merangkai bunga-bunga yang segar untuk memperindah dekorasi dalam hotel.

f. Health & recreational
Bertanggung jawab atas pelayanan fasilitas-fasilitas umum yang disediakan hotel untuk tamu, meliputi, spa and massage, fitness, golf, pool dan yang lainnya.

g. Gardener
Seorang gardener memiliki tugas merawat taman yang ada di hotel. Tanaman berupa pohon akan dirapikan oleh gardener apabila cabangnya sudah tinggi dantanaman berupa bunga akan dirawat setiap hari.

h. Linen/Uniform Section
Bertugas melaksanakan Kebersihan, kerapian, kelengkapan dan perawatan semua Linen / Uniform Karyawan berikut administrasinya.

Kedudukan Public Area Section tergambar di dalam Struktur Organisasi Hotel, khususnya Housekeeping. Struktur organisasi Housekeeping dipengaruhi oleh besar atau kecilnya hotel, banyak atau sedikitnya karyawan serta sistem operasional yang digunakan di hotel. Semakin besar hotel, semakin rumit pula struktur yang digunakan, begitu pula sebaliknya jika hotel itu kecil, maka struktur organisasinya pun sederhana. Jadi struktur organisasi antara satu hotel dengan hotel lainnya tidak sama.
Gambar 1.1 Struktur Organisasi Hotel

Gambar 1.2 Struktur Organisasi Housekeeping

2. Pengertian Public Area Section
Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, Public Area Section adalah seksi yang mempunyai tugas dan tanggung jawab untuk menjaga kebersihan, kerapihan, keindahan dan kenyamanan seluruh area hotel, baik yang ada diluar gedung maupun didalam gedung hotel, antara lain Lobby area, restroom, restaurant, meeting room, garden, parking area dan fasilitas untuk karyawan hotel.
Staf yang bertugas dalam menjaga kebersihan Public Area pada umumnya adalah:
  1. Houseman : staf yang menjaga kebersihan di area umum hotel seperti lobi, ruang istirahat, restoran, dan ruang perjamuan.
  2. Gardener : staf yang menjaga kebersihan, keindahan dan kerapian daerah umum di luar hotel, seperti taman dan pohon.

3. Syarat Seorang Public Area Attendant (Houseman)
a. Dasar Perilaku
  • Disiplin.
  • Memiliki rasa hormat untuk diri sendiri, teman, dan leader.
  • Loyalty.
  • Melakukan pekerjaan yang baik.
  • Trust worthy.
  • Mengikuti arahan dari atasan.
  • Mengutamakan keamanan untuk bekerja bersama.
  • Dapat memotivasi diri.

b. Sikap Dasar Public Area Attendant (Houseman)
  • Lebih baik bekerja relationships
  • Lebih percaya diri dengan diri sendiri dan orang lain
  • Peningkatan pertanggung jawaban pribadi.
  • Peningkatan control diri
  • Hemat waktu dan pekerja keras
  • Memenuhi kebutuhan masing-masing sebagai sorang Public Area

c. Syarat Khusus Public Area Attendant (Houseman)
  • Bersih dan Tidy. Houseman harus terlihat bersih dan rapi baik dari pakaian dan dari dirinya sendiri untuk memberikan citra yang baik dari Public Area yang berhubungan langsung dengan tamu.
  • Fragrant. Tempat umum harus harum seperti Public Area untuk melayani di semua bidang agar tidak mengganggu tamu - tamu dengan bau yang tidak menyenangkan .
  • Cepat dan Responsif. Houseman harus mampu bekerja dengan cepat agar tidak mengganggu para tamu terlalu lama dan responsif terhadap kotoran sehingga tidak ada satu daerah yang telah dibersihkan masih ada kotoran dan responsif saat membersihkan menggunakan benda berat dan instalasi tertentu seperti “Wet Caution” agar tidak berbahaya bagi tamu yang lewat.
  • Memiliki cukup pengetahuan tentang wilayah. Houseman harus memiliki pengetahuan yang cukup tentang hotel terutama fasilitas ketika ditanya oleh tamu yang meminta informasi.
  • Ramah dan Polite. Houseman harus bersikap sopan dan ramah setiap saat kepada tamu dan semua karyawan untuk membangun hubungan yang baik karena Public Area selalu bekerja berdampingan dengan departemen lain.
  • Murah Senyum. Houseman harus memiliki senyum setiap saat kepada para tamu terutama saat melakukan greeting agar tamu merasa senang dan dihargai.
Rajin Memberikan Greeting. Houseman  harus rajin memberi salam seperti "Good Morning" sehingga tamu merasa diperhatikan.


Jumat, 10 April 2020

MENGANALISIS HUBUNGAN INDUSTRI PERHOTELAN DAN PARIWISATA


1. Skema Industri Pariwisata
Industri  perhotelan adalah kategori yang luas dari bidang dalam industri jasa yang meliputi penginapan, restoran, perencanaan acara, taman hiburan, transportasi, jalur pelayaran, dan bidang tambahan lainya yang ada dalam industri pariwisata.
Daerah tujuan wisata tentunya akan dikunjungi oleh banyak wisatawan yang tentu saja membutuhkan tempat untuk beristirahat dan menginap, dan hal tersebut menjadi peran bagi industri perhotelan untuk menyediakan akomodasi bagi para wisatawan. Terdapat tiga faktor yang menjadi daya ukur untuk mengetahui kesuksesan dalam mendatangkan wisatawan ke daerah tujuan wisata. ketiga faktor tersebut yaitu, jumlah wisatawan, lama tinggal dan tingkat hunian hotel.




Gambar 5.1 Skema Industri Pariwisata

Hubungan industri perhotelan dengan pariwisata dari segi ekonomi bisa dilihat dari ketiga faktor. karena semakin banyak jumlah wisatawan yang berkunjung maka semakin banyak pula pengeluaran yang dikeluarkan oleh wisatawan baik dalam transportasi, belanja, kuliner, menginap dan sebagainya. hal tersebut dapat menaikan tingkat hunian kamar hotel dan semakin banyak kamar yang terjual artinya semakin banyak pula pajak yang dibayarkan kepada daerah tersebut. dari sejumlah pajak yang dibayarkan dapat digunakan untuk membangun daerah tersebut, khususnya terhadap pengembangan potensi wisata tersebut sehingga dapat menarik lebih banyak wisatawan untuk berkunjung.
Selain Industri perhotelan ada pula hal lain yang berhubungan dengan industri pariwisata yang menjadi akomodasi tambahan selain hotel, contohnya seperti biro perjalanan wisata, restoran, operator adventure tour, tour guide, sarana hiburan dan fasilitas relaxation. Semuanya sangat bergantung pada situasi dan kondisi kepariwisataan sebagai bangunan utamanya yang selalu terjaga keberadaan dan keberlangsungannya sehingga akan berdampak positif terhadap tumbuhnya usaha akomodasi pariwisata yang pada gilirannya terjadilah aktivitas perekomian, industri dan bisnis yang saling menguntungkan.

2. Unsur – Unsur Industri Pariwisata
Industri pariwisata telah berkembang dengan pesat dari masa ke masa terbukti dari semakin banyaknya orang melakukan kegiatan wisata dan juga jumlah uang yang dibelanjakan untuk kegiatan tersebut, hal ini sangat dimungkinkan karena adanya:
  1. Semakin meningkatnya jumlah penduduk dunia, demikian juga meningkatnya jumlah penduduk dunia yang mampu melakukan perjalanan dan berwisata ke daerah lain.
  2. Kekupusan untuk cuti bersama pada setiap libur hariraya atau libur lainnya  juga ikut mendukung kegiatan berwisata dari daerah yang satu ke daerah yang lainnya  bahkan bila memungkinkan ke negara lain.
  3. Semakin bertambahnya uang atau dana yang dapat digunakan untuk dapat membiayai kegiatan wisata.
  4. Semakin tersedianya waktu yang luang dan kesempatan yang dapat digunakan untuk berwisata.
  5. Semakin mudah cara melakukan perjalanan, lebih cepat dan lebih menyenangkan.
  6. Kecenderungan biaya hidup lebih tinggi di negara tertentu, juga mendorong orang untuk melalukan wisata ke negara lain yang biaya hidupnya lebih rendah.
 a. Akomodasi
Adalah tempat bagi seseorang untuk tinggal sementara, dapat berupa hotel, losmen, guest house, pondok, cottage inn, perkemahan, caravan, bag packer dan sebagainya.
Gambar 5.2 Akomodasi

b. Jasa Boga dan Restoran
Adalah industri yang bergerak dalam bidang penyediaan makanan dan minuman, yang dikelola secara komersial. Jenis usaha ini dapat dibedakan dalam manajemennya, yaitu cara pengelolaannya, apakah dikelola secara mandiri maupun terkait dengan usaha lain.
Gambar 5.3 Jasa Boga dan Restoran
  
c. Transportasi dan Jasa Angkutan
Adalah bidang usaha jasa yang bergerak dalam bidang angkutan. Transportasi dapat dilakukan melalui darat, laut dan  udara. Pengelolaan dapat dilakukan oleh Swasta maupun BUMN.
Gambar 5.4 Transportasi dan Jasa Angkutan

d. Tempat Penukaran Uang (Money Changer) 
Tempat penukaran mata uang asing (money changer) kini telah berkembang dengan pesat, penukaran uang tidak hanya dilakukan di bank, melainkan juga pada perusahaan-perusahaan money changer yang tersebar di tempat-tempat strategis, terutama dikotakota besar.
Gambar 5.5 Tempat Penukaran Uang

e. Atraksi Wisata
Atraksi wisata dapat berupa pertunjukan tari, musik, upacara adat dll sesuai dengan budaya setempat.
Gambar 5.6 Atraksi Wisata

f. Cindera Mata
Adalah oleh-oleh atau kenang-kenangan yang dapat dibawa oleh wisatawan pada saat kembali ke tempat asalnya.
Gambar 5.7 Cindera Mata

g. Biro Perjalanan
Adalah suatu badan usaha dimana operasionalnya meliputi pelayanan semua proses perjalanan dari seseorang sejak berangkat hingga kembali, sehingga mereka merasa nyaman selama perjalanan.
Gambar 5.8 Biro Perjalanan

3. Hubungan Industri Perhotelan dan Pariwisata
Secara umum kita mengetahui bahwa hubungan industri perhotelan dengan pariwisata saling berkaitan sangat erat. Ini tak lepas dari fakta bahwa industri perhotelan menjadi salah satu tulang punggung yang mendukung pembangunan sektor pariwisata. Banyak sekali kontribusi industri perhotelan yang berimplikasi bagi perkembangan pariwisata. Yang pertama adalah sebagai salah satu tolok ukur keperhasilan suatu daerah dalam mempromosikan atau mengundang wisatawan untuk datang ke daerah tersebut. Suatu daerah tujuan wisatawan tentunya akan dikunjungi oleh wisatawan dan wisatawan tentu saja membutuhkan tempat menginap dan disinlah peran hotel sebagai tolok ukur untuk mengetahui seberapa banyak wisatawan yang berkunjung di daerah tersebut.
Pada dasarnya ada tiga indikator di industri perhotelan yang menjadi tolok ukur untuk mengetahui kesuksesan dalam mendatangkan wisatawan ke daerah tujuan wisata. Ketiga indikator tersebut adalah jumlah wisatawan, lama tingal wisatawan dan tingkat hunian hotel. Jumlah wisatawan yang menginap di hotel memang mengindikasikan jumlah wisatawan yang berkunjung di daerah tersebut namun itu belum cukup karena kita perlu mengetahui lama tinggal wisatawan juga.
Lama tinggal wisatawan sangat berperan penting sebagai indikator untuk mengetahui seberapa tertarik para wisatawan terhadap daerah yang dikunjunginya. Semakin lama wisatawan tinggal di suatu daerah maka ini mengindikasikan bahwa daerah tersebut memang diminati oleh wisatwan. Prosentase atau tingkat hunian hotel juga berperan penting sebagai indikator kesuksesan hotel dalam menjual kamarnya. Semakin tinggi tingkat hunian berarti semakin banyak jumlah kamar yang bisa dijual.
Lebih jauh lagi hubungan industri perhotelan dengan pariwisata adalah dari sisi ekonomi dan ini bisa dilihat dari ketiga indikator tersebut. Semakin tinggi jumlah wisatawan yang berkunjung maka semakin banyak spending atau belanja wisatawan di suatu daerah, entah untuk menginap, berbelanja, kuliner, transportasi dan lain sebagainya. Lama tinggal wisatawan juga berkontribusi bagi pendapatan daerah, semakin lama wisatawan tinggal di suatu daerah maka semakin banyak uang yang dibelanjakan dan berputar didaerah tersebut. Demikian juga dengan tingkat hunian, semakin tinggi tingkat hunian hotel berarti semakin banyak jumlah kamar yang terjual yang artinya semakin banyak pula pajak yang dibayarkan kepada daerah tersebut.
Secara umum hubungan industri perhotelan dengan pariwisata didominasi oleh kepentingan finansial dimana pihak hotel mendapatkan keuntungan dari jumlah wisatawan yang menginap untuk berkunjung ke daerah tersebut. Di satu sisi daerah tersebut juga mendapatkan kontribusi pajak yang dibayarkan oleh pihak hotel. Dari sejumlah pajak yang dibayarkan tersebut tentu saja dapat digunakan untuk membangun daerah tersebut khususnya untuk mengembangkan potensi wisata di daerah tersebut sehingga dapat menarik lebih banyak lagi wisatawan.
Sebenarnya ada beberapa hubungan industri perhotelan dengan pariwisata terlepas dari hubungan finansial dan salah satunya adalah hubungan reputasi. Dengan banyaknya jumlah wisatawan yang menginap di hotel untuk mengunjungi daerah tersebut maka daerah tersebut tentu saja akan berbenah diri untuk menyambut wisatawan. Pemerintah daerah setempat dan pengusaha hotel akan mendapat cukup modal untuk perbaikan infastruktur supaya wisatawan tertarik dan betah untuk berlama-lama berada di daerah tersebut. Pengusaha hotel akan melengkapi fasilitas usahanya sedangkan pemerintah daerah akan memperbaiki infrastruktur public mulai dari perbaikan jalan raya untuk mempermudah akses wisatawan, penambahan penghijauan supaya lebih sejuk sehingga membuat nyaman wisatawan. Perbaikan fasilitas destinasi wisata dan lain sebagainya. Ketika hotel dan pemerintah daerah tersebut bisa menyediakan segala fasilitas, infrastruktur dan kelengkapan yang dibutuhkan wisatawan tentu saja ini berdampak pada reputasi daerah itu sendiri.

MEMAHAMI KARAKTERISTIK PERHOTELAN

1. Karakteristik Produk Hotel
Produk bisnis perhotelan mempunyai empat karakteristik khusus, yaitu: produk nyata (tangible), tidak nyata (intangible), bersifat “perishable” dan “non perishable”. Produk yang bersifat nyata antara lain kamar, makanan, minuman,kolam renang dan sebagainya. Produk yang bersifat tidak nyata, antara lain” keramah tamahan, kenyamanan, keindahan, keamanan dan sebagainya. Produk bersifat perishable artinya bahwa produk tersebut hanya bisa dijual saat ini  adalah produk tidak tahan lama yang dapat disimpan di gudang. Contohnya kamar hotel, bahan makanan segar yang tidak dapat disimpan seperti sayur-mayur. Produk yang bersifat non perishable misalnya minuman keras, soft drink, perlengkapan tamu (guest supply and amenities).

2. Jenis – Jenis Penginapan
Ada beberapa jenis penginapan yang bisa disewa dan digunakan sebagai tempat menginap atau tinggal sementara berdasarkan fasilitas, pelayanan dan harga sewa. Berkaitan dengan penginapan (akomodasi) terdapat pengertian okupansi adalah jumlah unit kamar yang sudah dihuni atau sudah disewa di dalam sebuah penginapan. Berikut beberapa jenis penginapan yang ada di Indonesia.

a. Hotel
Hotel adalah usaha yang menggunakan suatu bangunan atau sebagian bangunan yang disediakan secara khusus, dan setiap orang dapat menginap, makan, serta memperoleh pelayanan dan fasilitas lainnya dengan pembayaran. Hotel memiliki 2 jenis yaitu hotel berbintang dan hotel nonbintang berdasarkan persyaratan yang telah ditentukan.

b. Boutique Hotel
Boutique Hotel ini adalah jenis hotel dengan jumlah kamar yang tidak terlalu banyak dan lebih dikhususkan untuk memanjakan tamu yang menginap. Desain bangunan hotel sangat mewah dan modern dengan jumlah kamar antara 10 – 50 kamar sehingga harga sewa mahal.

c. Resort
Resort adalah jenis penginapan yang dibangun di daerah yang memiliki pemandangan alam yang indah seperti daerah pantai atau pegunungan dengan fasilitas yang mengedepankan unsur rekreasi berupa sarana olahraga, hiburan, taman bermain anak ataupun tempat belanja.

d. Cottage (Bungalow)
Cottage atau sering disebut bungalow mirip dengan resort yaitu akomodasi yang berlokasi di sekitar pantai, danau  atau pegunungan dengan bentuk bangunan – bangunan terpisah seperti pondok. Umumnya disewakan untuk keluarga dan dilengkapi dengan fasilitas rekreasi.

e. Villa
Villa adalah jenis penginapan berbentuk rumah hunian yang biasanya disewakan untuk tempat tinggal sekaligus berlibur. Villa umumnya berada di daerah yang jauh dari keramaian di daerah pegunungan atau pantai dengan hawa sejuk dan suasana asri.

f. Losmen (Logement)
Losmen adalah jenis penginapan yang menggunakan sebagian atau seluruh bangunan disewakan untuk orang yang datang untuk beristirahat sementara waktu dengan/ tanpa makan – minum.

g. Inn
Inn mirip dengan losmen yaitu tempat yang menyediakan penginapan, makan dan minum, serta pelayanan umum lainnya, disewakan kepada orang – orang yang singgah untuk sementara waktu dengan jangka waktu menginap terbatas.

h. Motel
Motel singkatan dari motor hotel yaitu penginapan yang terletak di luar kota dan berada di pinggir jalan raya. Umumnya jenis penginapan ini dikhususkan bagi mereka yang sedang melakukan perjalanan antar kota dan butuh menginap. Motel hampir sama dengan hotel namun memiliki tempat parkir mobil dekat dengan kamar.

i. Guest House
Guest House merupakan sejenis penginapan yang umumnya berupa rumah dengan beberapa kamar untuk disewakan kepada umum. Umumnya tarif sewa Guest House murah sehingga cocok untuk rombongan.

j. Home stay
Home stay mirip dengan guest house jenis penginapan yang berasal dari rumah masyarakat umum yang telah ditingkatkan fasilitas dan sarananya, sehingga memenuhi syarat – syarat kesehatan, yang disewakan kepada wisatawan.


k. Hostel (dormitori)
Hostel ini jenis penginapan yang mirip asrama dimana satu kamar bisa diperuntukkan bagi beberapa orang dengan beberapa tempat tidur. Hostel ini cocok untuk para backpacker atau rombongan yang benar-benar menghemat budget. Contoh hostel Dormitory Backpackers Di Banyuwangi

l. Apartement
Ada apartemen yang disewakan untuk tempat tinggal sementara untuk sejumlah orang dalam unit tersendiri lengkap  dengan kelengkapan rumah tinggal normal, seperti dapur dan ruang makan tersendiri.

m. Penginapan Remaja
Penginapan remaja adalah jasa pelayanan penginapan bagi remaja sebagai akomodasi dalam rangka kegiatan pariwisata dengan tujuan untuk rekreasi, memperluas pengetahuan/pengalaman.

n. Pondok wisata
Pondok wisata adalah jasa pelayanan penginapan bagi umum yang dilakukan perorangan dengan menggunakan sebagian atau seluruh dari tempat tinggalnya (dengan pembayaran harian).

o. Perkemahan
Perkemahan adalah penyediaan tempat penginapan di alam terbuka dengan menggunakan tenda atau kereta gandengan bawaan sendiri sebagai tempat penginapan, termasuk juga caravan.

Beberapa jenis penginapan yang ada di luar negeri.
a. Ryokan
Ryokan adalah jenis penginapan di Jepang dengan perlengkapan serta pelayanannya sesuai tata cara kehidupan Jepang, seperti upacara minum the, duduk bersimpuh atau bersila di lantai, mengenakan kimono, dan sebagainya.

b. Minshuku
Minshuku adalah semacam losmen di daerah pesisir dalam lingkungan wilayah pedesaan para nelayan Jepang.

c. Schutzhutte
Schutzhutte adalah jenis penginapan di daerah pegunungan Alpen, dipergunakan oleh wisatawan – wisatawan untuk melindungi diri dari serangan angin ribut, topan dan salju, terutama oleh para olahragawan ski dan pekerja di daerah pegunungan tersebut.

d. Hospiz
Hospiz merupakan penginapan di pegunungan Eropa, terutama di daerah wilayah pegunungan Alpen.

e. Rooming House
Suatu bangunan atau bagian dari suatu bangunan tanpa perlengkapan ataupun peralatan yang disewakan untuk jangka waktu pendek kepada lebih dari 2 orang penyewa yang bukan anggota keluarga pemilik bangunan tersebut.

f. Kurhotel atau Kurpension
Hotel atau pension yang terletak di wilayah daerah wisata kesehatan dengan fasilitas diantaranya menyediakan pemandian yang mengandung mineral dan pengobatan khusus menurut petunjuk dokter ahli.

g. Foresteire
Foresteire jenis penginapan dengan bangunan yang terletak di pinggir hutan atau lereng gunung dengan perabotan sederhana, yang juga menyediakan makanan, disewakan kepada orang – orang yang tinggal untuk beberapa hari dalam perjalanan mereka melintasi hutan, gunung atau perbatasan.



h.Pension
Pension adalah rumah penginapan untuk wisatawan di Eropa dengan biaya yang murah, dan menyediakan makan pagi tamu dengan tarif tertentu.

i. Holiday Centre
Holiday Centre (Pusat Peristirahatan) adalah jenis penginapan berupa sekelompok bangunan yang merupakan kesatuan unit, di mana secara kesatuan mempunyai tempat makan, hiburan dan fasilitas olah raga serta rekreasi.

j. Holiday Homes
Holiday Homes adalaj penginapan berupa perumahan di pedesaan, tepi pantai atau lereng gunung di Eropa yang disediakan oleh organisasi bantuan untuk keperluan keluarga yang hendak membutuhkan rumah istirahat ini di musim libur. Sewa sangat murah berdasarkan kesepakatan.

3. Karakteristik Hotel
Bisnis hotel mempunyai tujuan yaitu mendapatkan pendapatan seoptimal mungkin melalui pemenuhan   kebutuhan dan keinginan tamu (guest need & wants). Kepuasan tamu menjadi sasaran pelayanan untuk membentuk citra hotel yang baik dan sekaligus menjamin keberadaan hotel dalam jangka panjang.
  1. Industri hotel tergolong industri yang padat modal serta padat karya yang artinya dalam pengelolaannya memerlukan modal usaha yang besar dengan tenaga pekerja yang banyak pula.
  2. Dipengaruhi oleh keadaan dan perubahan yang terjadi pada sektor ekonomi, politik, sosial, budaya, dan keamanan dimana hotel tersebut berada
  3. Menghasilkan dan memasarkan produknya bersamaan dengan tempat dimana jasa pelayanannya dihasilkan.
  4. Beroperasi selama 24 jam sehari, tanpa adanya hari libur dalam pelayanan jasa terhadap pelanggan hotel dan masyarakat pada umumnya.
Memperlakukan pelanggan seperti raja selain juga memperlakukan pelanggan sebagai patner dalam usaha karena jasa pelayanan hotel sangat tergantung pada banyaknya pelanggan yang menggunakan fasilitas hotel tersebut.